Pandemik Covid19 telah mengharuskan masyarakat termasuk anak-anak untuk melakukan kegiatan dari rumah. Sayangnya, berdasarkan data yang disampaikan oleh KPAI 2020, sebesar 63 persen anak Indonesia mengalami kejenuhan selama di rumah. Untuk mengatasi kejenuhan, anak butuh bermain sebagai hiburan dan orangtua perlu turut menemani anak. Meskipun begitu, ruang yang terbatas membuat orangtua tidak menyediakan area bermain yang memadai untuk area bermain ini gak membutuhkan ruang yang luas atau mengeluarkan uang banyak kok! Dalam acara konferensi pers IKEA, Rabu 11/11/2020 berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk membuat ruang bermain anak yang nyaman dan ideal!1. Tidak perlu space besar, ciptakan corner cukup yang aman sebagai tempat bermain Marketing Manager IKEA Indonesia, Dyah Fitrisally, mengatakan, banyak orangtua merasa rumah mereka terlalu sempit untuk membuat ruang bermain anak. Akhirnya, anak dibiarkan bermain di mana saja dan rentan membuat rumah Dyah, apabila orangtua kesulitan untuk membuat ruang bermain, orangtua cukup menyiapkan area di sudut rumah sebagai tempat bermain anak. Pastikan juga area tersebut bebas dari hal-hal yang bisa membahayakan anak. "Tidak ada bahan-bahan toksik, tidak ada siku-siku. Pastikan juga gak ada kabel-kabel, supaya anak tetap aman," terangnya. 2. Perhatikan detail-detail seperti warna, corak, dan "Small changes itu bisa membuat perubahan," papar Dyah. Tidak perlu memakan banyak biaya, orangtua bisa memperhatikan detail-detail kecil untuk semakin menambah kenyamanan ruang bermain anak. Misalnya, membeli mainan dengan warna yang seragam, menyiapkan kotak mainan bermotif lucu, dan detail-detail kecil Perbanyak permainan aktif dan edukatif, bukan Salah satu kendala orangtua masa kini adalah teknologi. Orangtua merasa tak perlu menyiapkan ruangan bermain untuk anak, karena anak bisa mendapatkan berbagai permainan lewat gadget. Padahal, penggunaan gadget kurang baik untuk tumbuh kembang anak. "Siapkan permainan yang lebih aktif dan mainan fisik, jangan gadget. Mainan edukatif juga bisa memancing stimulasi problem solving anak," ungkap Psikolog anak, Anastasia Satriyo. Baca Juga Bisa Dicoba, 5 Tips dari IKEA Agar Rumahmu Terasa Lebih Lega 4. Sediakan tempat penyimpanan mainan yang "Dengan menyediakan tempat penyimpanan mainan, orangtua bisa mengajak anak untuk lebih bertanggung jawab, merapikan mainan mereka sendiri," papar Anastaia. Walau terlihat sepele, tempat penyimpanan mainan ternyata cukup krusial untuk menciptakan ruang bermain yang nyaman dan ideal. Ketika mainan tak di simpan dengan baik, ruang akan selalu terlihat karena itu, orangtua perlu menyiapkan tempat penyimpanan mainan yang menarik. Dengan begitu, anak juga akan lebih tertarik untuk berbenah setelah puas Perhatikan penggunaan furnitur yang berkelanjutandok. IKEAKetika berbicara tentang faktor ekonomi, tentu kita ingin menggunakan barang-barang yang bisa dipakai selama mungkin. Sayangnya, banyak barang-barang anak yang tak lagi cocok untuk digunakan seiring bertambahnya karena itu, orangtua perlu mempertimbangkan furnitur berkelanjutan untuk ruang bermain anak. Jangan sampai, furnitur hanya dipakai sesaat saja ya! "Di IKEA itu ada furnitur yang bisa digunakan anak dari kecil sampai besar, jadi sustainable. Misal crib bayi yang bisa dipakai jadi tempat tidur anak juga," ungkap Dyah. Itu tadi 5 tips membuat ruang bermain anak yang nyaman dan ideal. Yuk segera terapkan! Baca Juga 5 Tips Wujudkan Rumah Mungil yang Nyaman untuk Jangka Panjang
MOMSMONEYID - Memiliki rumah yang nyaman dan indah merupakan idaman semua orang.Pasalnya, rumah menjadi tempat dimana kita menghabiskan sebagian besar waktu, baik untuk beristirahat maupun melakukan quality time dengan orang-orang tersayang.Tidak heran jika anda rela menyiapkan budget khusus untuk membangun dan mendesain rumah agar sesuai dengan selera dan impian. - Anak usia dini selalu aktif bermain, mengenal lingkungan dan memulai pengenalan pertama dengan apa yang ada di sekitarnya. Anak-anak, bisa bermain sambil belajar di dalam ruangan atau indoor maupun di luar ruangan atau outdoor. Penting bagi orang tua atau guru, bisa membuat lingkungan belajar anak-anak terasa penataan lingkungan fisik, baik di dalam maupun di luar ruangan. Penataan lingkungan termasuk seluruh asesoris yang digunakan. Dilansir dari laman Anggunpaud, orang tua dan guru bisa menerapkan tips ini saat menata lingkungan bermain anak-anak 1. Ruang atau tempat yang digunakan untuk pembelajaran harus bisa menarik dan mengundang minat anak untuk bermain di situ. 2. Segala sesuatu dan setiap tempat harus mengandung unsur pendidikan. Dari warna, cahaya, tanaman, kamar mandi, dapur, pintu gerbang, dan penataan bahan-bahan main ditata dengan nilai-nilai keindahan. 3. Aman, nyaman, sehat dan bebas dari benda-benda yang dapat melukai anak serta binatang-binatang kecil yang berbisa. Baca juga Mengenal Sosok Dokter Kebanggaan Afrika lewat “Why? People Albert Schweitzer” 4. Menekankan pada berbagai macam media termasuk bahan-bahan alam, bahan daur ulang, dan lainnya. 5. Bahan-bahan main disimpan di dalam tempat yang mudah digunakan dan disimpan kembali oleh anak. Ciri-ciri alat dan perlengkapan permainan yang aman Multifungsi serba guna, banyak digunakan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi si anak. Menarik, barangnya unik, lain dari pada yang lain. Misalnya, dari segi bentuk, warna. Berukuran besar dan mudah digunakan. Misalnya bola. Awet tahan lama. Barang yang dibutuhkan sesuai dengan keinginan. Misalnya ingin bermain bermain bongkar pasang, bisa dibelikan puzzle. Aman digunakan. Mendorong anak untuk bermain bersama. Misalnya, bola, dakonan, plastisin, dan lainnya. Dapat mengembangkan daya fantasi dan imajinasi anak-anak, seperti plastisin, bisa di ubah-ubah bentuknya. Bukan karena lucu bentuknya, mainan harus unik, bermanfaat, dan dapat menghasilkan kegiatan positif. Misalnya puzzle, dapat mengasah otak, melatih koordinasi mata dan tangan, melatih nalar melatih kesabaran, pengetahuan. Gunakan alat-alat yang terbuat dari bahan yang murah dan mudah didapat. Misalnya bola plastik, mobil-mobilan dari gedebog, dan lainnya. Baca juga 5 Manfaat Ajak Anak Memasak, Bisa Belajar Sains hingga Matematika Syarat Bermain dan Permainan Edukatif Anak Usia Dini Bermain dapat memberikan manfaat yang maksimal pada anak jika terpenuhi syarat-syaratnya. Ada 5 syarat bermain dan permainan edukatif untuk anak usia dini yaitu Play TimeAnak harus memiliki waktu yang cukup dalam bermain. Masa usia dini merupakan masa bermain, bukan masa anak untuk dipaksa belajar atau bekerja. Saat yang tepat untuk anak bermain dapat disesuaikan dengan jenis permainan. Jika permainan di luar ruangan gross motor/fungsional play sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari, agar anak merasa nyaman dengan udara yang sejuk dan tidak panas. Play Things Jenis alat permainan harus disesuaikan dengan usia anak dan taraf perkembangannya. Alat permainan hendaknya memenuhi kriteria Aman bagi anak Ukuran, bentuk dan warna sesuai usia anak dan taraf perkembangannya Berfungsi mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak Dapat dimainkan secara bervariasi/cara Merangsang partisipasi aktif anak, menurut Dr. Fitzhugh Dodson porsinya 90 persen aktivitas anak dan 10 persen aktivitas alat permainan Sesuai kemampuan anak tidak terlalu sulit atau terlalu mudah Menarik dari segi warna dan bentuk atau suara jika bersuara Tahan lama atau tidak mudah rusak Mudah didapat dan dekat dengan lingkungan anak Diterima oleh semua budaya Jumlah alat permainan yang digunakan hendaknya cukup, dengan kebutuhan anak, tidak terlalu sedikit atau tidak terlalu banyak. Baca juga Memasak Adalah Sains! “Why? The Science of Cooking Play Fellows Anak harus merasa yakin bahwa ia mempunyai teman bermain jika ia memerlukan. Teman bermain dapat ditentukan anak sendiri, apakah itu orangtua, saudara atau temannya. Jika anak bermain sendiri, maka ia akan kehilangan kesempatan belajar dari teman-temannya. Sebaliknya kalau terlalu banyak bermain dengan anak lain, maka dapat mengakibatkan anak tidak mempunyai kesempatan yang cukup untuk menghibur diri sendiri dan menemukan kebutuhannya sendiri. Play Space Untuk bermain perlu disediakan tempat bermain yang cukup untuk anak sehingga anak dapat bergerak dengan bebas. Luas tempat bermain dapat disesuaikan dengan jenis permainan dan jumlah anak yang bermain. Play Rules Anak belajar bermain, melalui mencoba-coba sendiri, meniru teman-temannya atau diberitahu caranya oleh orang lain guru atau orangtua. Cara yang terakhir adalah yang terbaik, karena anak tidak terbatas pengetahuannya dalam menggunakan alat permainannya dan anak akan mendapat keuntungan lebih banyak lagi. Jadi permainan yang baik adalah permainan yang ada cara/aturan bermainnya. Gambar dan artikel diambil dari berbagai sumber. Baca juga 6 Tips Memilih Alat Permainan Edukatif bagi Anak Usia Dini Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Anaksering mengalami cedera saat bermain, sehingga desain taman bermain dapat dengan cara mendekatkan area istirahat dengan area bermain. 2.1.5 Aspek Keamanan dan Kenyamanan Faktor penting dalam perancangan taman bermain anak yang aman dan nyaman adalah: 1. Aspek keamanan, bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi anak yang bermain
JAKARTA, - Pandemi virus corona membuat semua masyarakat harus berkegiatan di dalam rumah, termasuk anak-anak yang seharusnya bermain di luar rumah kini harus menghabiskan banyak waktunya di rumah. Menurut psikolog anak Anastasia Satriyo, anak-anak harus tetap diajak bermain agar tetap bisa memiliki emosional mental yang baik."Lebih baik membatasi gadget setiap harinya, ajak bermain dengan berbagai permainan fisik," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu 11/11/20. Baca juga Ayo Main, Kampanye IKEA Mengajak Anak Bermain di Rumah Namun, jika di rumah saja, seharusnya anak memiliki ruang bermain yang nyaman dan aman. Pada kesempatan yang sama, hal ini juga disampaikan oleh Dyah Fitrisally, Manager IKEA Indonesia. "Sebenarnya tidak perlu ruangan yang terlalu besar dan khusus untuk bermain anak, yang penting nyaman serta aman serta orang tua bisa mengawasi anak-anak," ungkap Dyah. Lantas, bagaimana memberikan ruang bermain yang aman dan nyaman untuk anak? Dyah memaparkannya sebagai berikut. Ruang Kecil Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, anak tidak perlu ruangan yang besar. Anda bisa menempatkan sebuah sudut kecil di beberapa ruangan. Misalnya di ruang tamu bisa ditempatkan sudut kecil di ruangan. Baca juga 5 Ide Mempercantik Ruang Tamu dengan Bantal Sofa Atau di ruang makan bisa diberikan satu sudut dan letakkan berbagai alat menggambar dan permainan yang menarik. AmanPastikan funitur yang ada di dalam area bermain anak aman, tidak memiliki sudut yang tajam, serta dilapisi cat yang aman untuk anak. Sebab, anak sering memakan apapun yang ada dihadapannya. StorageBerikan storage, atau penyimpanan di area bermain anak. Tidak hanya berguna sebagai tempat penyimpanan, namun anak juga bisa diajarkan untuk menyimpan mainannya kembali setelah digunakan. Pilihlah storage yang memiliki warna menarik untuk anak-anak, serta yang bisa dijangkau oleh anak-anak. Jangan lupa untuk memilih storage yang aman.