LATARBELAKANG SURAT ROMA 1:18-32 & GAMBARAN KEHIDUPAN MASYARAKAT ROMAWI DALAM BERBAGAI ASPEK 3.1. Pendahuluan kehidupan masyarakat Romawi dilihat dari konteks sosio politik, budaya, hukum, ekonomi, keagamaan, filsafat, seksualitas dan kehidupan orang Kristen di Roma. Pengantar ke dalam Perjanjian Baru (Yogyakarta: Kanisius, 2006),
Judul Pengantar Perjanjian Baru Penulis Adina Chapman Penerbit Bandung Kalam Hidup Tahun 2019 Cetakan kedua Harga Rp Halaman 225 hal Petrus Poho Lakang Pendahuluan Tahap awal untuk memahami Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah mempelajari buku-buku pengantar yang memberikan latar belakang, garis besar dan isi ringkas dari setiap kitab dalam Alkitab. Banyak buku pengantar Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang telah ditulis dan diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Penekanan pada buku-buku itu biasanya pada teks Alkitab dan latar belakang sejarahnya. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan budaya atau kebiasaan-kebiasaan khas kurang dibahas. Jika seseorang ingin memahami hal-hal tersebut, biasanya mencari informasi yang dibutuhkan dalam kamus-kamus Alkitab yang umumnya tebal dan disusun berdasarkan abjad. Dibutuhkan keterampilan untuk dapat menemukan informasi-informasi itu melalui penyelidikan berdasarkan kamus-kamus tersebut. Buku ini mempunyai sebuah tujuan yaitu untuk memudahkan siswa-siswi sekolah-sekolah teologi, para pendeta dan guru Injil serta bagi kaum awam yang melayani di gereja-gereja pada masa kini dalam memahami dan mendalami kita Perjanjian baru. Dalam buku ini penulis menggunakan berbagai cara dalam menggambarkan keadaan pada masa antara Perjanjian Lama dan Perjanjianbaru, ditinjau dari agama maupun dari segi politik. Selanjutnya, tiap-tiap kitab ditinjau dari segi pandangan, penulisnya, keadaan para penerimanya, maksud dan latar belakang dari tiap-tiap kitab itu. Buku ini mempunyai cirri khas tersendiri jika dibandingkan dengan buku Pengantar Perjanjian Baru yang lain dimana cirri khas itu terletak dalam struktur pembahasannya yang diatur sesuai dengan tema utama dan pembahasan berdasarkan kitab-kitab dalam perjanjian baru sebagai berikut “zaman antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, perubahan-perubahan dalam agama dan politik, tanggal-tanggal penting antara Perjanjian lama dan Perjanjian Baru, arti singkat dari kitab-kitab dalam perjanjian baru, perbandingan keempat Injil, dan penggolongan kitab-kitab dalam Perjanjian Baru. Adina Chapman menulis bahwa pada masa Perjanjian Lama berakhir dengan pembuangan ke Babel selama 70 tahun. Pembuangan ini disebabkan terutama karena kemerosotan kepercayaan bangsa Ibrani. Salah satu akibat pembuangan bangsa Israel ke Babel adalah perubahan besar dalam pengertian agama mereka. Sebelum dan semasa pembuangan, bangsa Ibrani giat sekali menyembah berhala. Namun setelah kembali dari pembuangan, mereka berubah menjadi bangsa yang menyembah hanya kepada Tuhan, Tuhan mereka yang esa dan benar. Pada akhir masa pembuangan, orang Yahudi yang setia kepada Tuhan meninggalkan negara Babel atas perintah rajanya, lalu Kembali ketanah air mereka untuk membangun kota-kota dan desa-desa yang dibiarkan terlantar selama masa pembuangan. Dari masa Nehemia sampai pada permulaan Perjanjian Baru ada jarak waktu 400 tahun dan tidak ada seorang pun yang menerima ilham dari Tuhan. Oleh sebabitu, masa ini biasanya disebut “Masa Kegelapan”. Selama empat abad Masa Kegelapan, bangsa Yahudi mengalami 6 zaman pemerintahan yaitu Zaman Persia 430-332 SM, Zaman Yunani 331-323 SM, Zaman Mesir 323-204 SM, Zaman Syria 204-165 SM, Zaman Makabi 165-63 SM, dan Zaman Roma 63 SM sampai dengan masa Kristus. Adina Chapman juga memaparkan adanya perbandingan antara keempat Injil yaitu bahwa keempat Injil ini memuat empat kisah sejarah mengenai tokoh yang sama, yaitu Yesus. Para penulis meriwayatkan peristiwa-peristiwa yang sama, tetapi dengan beberapa perbedaan yang saling menjelaskan. Hanya Matius dan Lukas yang meriwayatkan peristiwa kelahiran Yesus dan masa kanak-kanak-Nya. Matius dan Markus menceritakan pelayanan Yesus di Galilea dan kunjungan-Nya ke Yerusalem, sedangkan Lukas dan Yohanes tidak menyinggung halitu. Demikian juga pelayananYesus di Yudea hanya diriwayatkan oleh Matius dan Markus, sedangkan peristiwa-peristiwa terakhir, yaitu mengenai penderitaan dan kematian Yesus, diceritakan oleh semua pengarang Injil dengan cukup lengkap. Perjanjian Baru digolongkan dalam tiga bagian yaitu kitab-kitab sejarah keempat Injil dan Kisah Para Rasul, surat-surat kiriman semua surat yang ditulis oleh para rasul kepada jemaat-jemaat, dan surat Wahyu berita tentang apa yang akanterjadi pada akhir zaman. Mengenai penggolongan ini, tidak ada perselisihan paham sama sekali, baik dalam asasnya maupun pokok-pokok doktrinnya. Apa sebabnya? Oleh karena pengarangnya adalah SATU, yaitu Roh Kudus, pribadi ketiga dari ketiga pribadi Allah. Realisasi pekerjaan Kristus dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, yang menjadi sumber kasih karunia-Nya selalu diuraikan dan diterapkan kepada kebutuhan anak-anak Tuhan. Dalam semuanya itu tersimpul satu tujuan yang sangat indah, yaitu keselamatan kekal dan pengharapan kekal untuk ada bersama-sama dengan Tuhan di surga kelak. Secara umum buku ini sangat menolong untuk anggota jemaat, mahasiswa teologi dan hamba Tuhan yang rindu memahami Alkitab lebih dalam lagi dalam hal ini kitab Perjanjian Baru. Untuk mereka yang menyelidiki lebih mendalam, tetap harus menyelidikinya dalam kamus-kamus Alkitab yang membahas lebih luas dan mendalam. PerjanjianGiyanti: Latar Belakang dan Dampaknya. Lokasi penandatanganan Perjanjian Giyanti. (Kemendikbud) Diketahui, PB II dan Pangeran Mangkubumi merupakan anak dari Amangkurat IV sedangkan Raden Mas Said adalah salah satu cucu Amangkurat IV. Konflik antar ketiganya terjadi pada 1746 hingga akhirnya terbentuklah Perjanjian Giyanti pada 13 TINJAUAAN BUKU PERJANJIAN BARU SEJARAH PENGANTAR POKOK-POKOK TEOLOGINYA Pdt. Dr. Samuel Benyamin Hakh Nama Peninjau Nusriwan Chr. Soinbala Lembaga Afilasi Peninjau Institut Agama Kristen Kupang Alamat Email peninjau Soinbalanusriwan Dengan penuh semangat peninjau membaca isi buku ini dengan alasan karena tulisan ini secara akademis berkaitan denga pribadi penulis. Sebagaiaman dari latar belakangnya Pdt. Dr. Hakh secara pribadi dalam dunia Akademis dikenal sebagai peminat bidang khususnya yaitu Perjanjian Baru dan telah cukup lama para pembaca mengenal Pdt. Dr. Hakh. Penulisan buku ini secara deskriptif dengan pendekatan diakronis. Pdt. Dr. Hakh menulis buku ini diawali dengan latar belakang perjanjian baru baik dalam keadaan politik budaya, ekonomi, sosial, dan keagamaan. Dalam pemaparan latar belakangnya dimana dijelaskan sejarah kelahiran Yesus, dan masa pelayanan Yesus di Palestina sampai dengan kebangkitan Yesus Kehidupan Yesus, lalu kemudian memaparkan jemaat mula-mula perdana serta misi perjalanan Paulus dan diakhiri dengan tulisan tulisan suci yang dikenal sebagai kitab-kitan Perjanjian Baru. Penjelasan mengenai perjanjian baru dijelaskan secara diakronis pendekatan penjelasaannya berkesinambungan secara waktu dan bersifat Histori, yaitu ulasannya dimulai dimulai dengan surat-surat paulus, kitab-kitab Injil, surat-surat Am, dan kitab Wahyu yang dikenal sebagai kiatab-kitab Perjanjian Baru. Dalam pembahasan kitab-kitab Perjanjian Baru dapat dijelaskan secara sistematis atau teratur yang dimana penjelasannya dimulai dari latar belakang keadaan tersebut lalu penjelasan secara teologis dan diakhiri dengan ringkasan koinonisasi Perjanjian Baru. Secara keseluruahan isi buku ini sangatlah berharga atau berarti, karena penjelasan dalam isi buku ini sangat membatu para kaum peminat Kitab Perjanjian baru dan juga tidak terlepas dari guru atau para pelayan Kristen dalam memahami kitab Perjanjian Baru. Artinya bahwa dengan adanya buku ini dapat menjadi panutan atau panduan bagi para peminat kitab Perjanjian Baru dan juga para guru atau pelayan kristus dalam memberikan penjelasan kepada orang yang belum paham tentang isi Alkitab Perjanjian Baru. Mengapa dikatakan demikian karena dalam penjelasan buku ini atau isi buku ini dipaparkannya secara sistematis atau teratur oleh karena itu peninjau dapat menyatakan bahwa buku ini sebagai panutan atau panduan untuk para Peminat Perjanjian Baru dan guru atau pelayan pelayan Kristus. Meskipun secara akademis tidak terlalu dalam penjelasannya tapi itu bukanlah menjadi suatu pertimbangan untuk perdebata melainkan itu sebagai tugas tamba dari para pembaca atau peminat pembaca Alkitab Perjanjian Baru untuk meninjau hal-hal yang belum dikajinya lebih mendalam untuk dapat menjelaskan kepada kaum awam agar dapat di mengerti. Pada pemaparan isi buku ini Pdt. dapat meluangkan atau memaparkan satu bagian khusu untuk membahas perdebatan- perdebatan atau argumen-argumen para pakar atau ahli Perjanjian Baru mengenai kebangkitan Yesus Kristus dan kebangkitan Yesus Kristus secara fisik. Ketika tiba pada uraian tentang Surat-surat Paulus ini dikatakan sangat penting untuk pembaca kaum awam yang dimana dapat menekankan dua hal penting yaitu Pertama, menerima pembedaan epistola surat-surat yang ditujukan kepada publik untuk mempengaruhi pandangan publik dan litera surat-surat pribadi. Pembedaan ini mengimplikasikan bahwa Sutar ini bukan Firman Alah bagi kita. Namun secara logis dapat dikatakan bahwa implikasi ini menyusul secara natural dari pembedaan tersebut. Kedua, menerima teori Deutero Pauline letters Teori bahwa Surat-surat tertentu yang dimana selama ini kita menggangap bahwa surat-surat itu berasal dari paulus namun semua tanggpan dari kita itu tidak mampan karena surat-surat itu bukan berasal dari Paulus melainka dari pengukit-pengikut Paulus atau perantaraanya seperti Kolose, Efesus, 2 Tesalonika, 2 Timotius, dan Titus. Jika demikian maka untuk menafsirkan hal tersebut “mungkin” surat-surat itu di tulis setalah Paulus meninggal. Keunggulan penjelasan dari buku Hakh Perjanjian Baru, Sejarah Pengantar Pokok-poko Teologis, dalam uraian buku ini dapat dijadikan sebagai referensi atau panutan untuk menghantarkan para peminat pembaca Perjanjian Baru,baik itu guru atau pelayan-pelayan Kristus untuk memahami isi Alkitab Perjanjian Baru baik secara latar belakang, isi teologis dan ringkasannya untuk membantu para peminat pembaca untuk melanjukan misi atau amanah dari Yesus Kristus yang dalam Injin Matius pasal 2819-20 dimana ia memberikan perintah kepada kita untuk kita tetap hidup didalamnya. Kelemahan penjelasan dari buku Hakh Perjanjian Baru, Sejarah Pengantar Pokok-poko Teologis, dalam uraian atau pemaparan tentang kitab Injil Yohanis Pdt. Dr. Hakh tidak memaparkan siapa Penulis Kitab Injil Yohanis, tempat penulisan dari Kitab Injil Yohanis dan waktu penulisan kitab Injil Yohanis. Karena dalam pemaparannya Hakh hanya memapakarkan penulisnya dan tidak memaparkan tentang tempat dan waktu penulisannya. Oleh karena itu peninjau menyatakan bahwa itu adalah kelemahan dari penjelasan Pdt, Dr. Hakh. Namun secara Akademis para peminat pembaca ataupun guru atau pelayan-pelayan Kristus perlu untuk menggali lebih dalam tentang kekurangan-kekurangan yang ada dalam pemaparan buku ini. Sebagaimana terlepas dari kritikan atau tinjuan, harapan dari peninjau untuk buku ini layak dijadikan sebagai referensi dalam artian bahwa buku ini harus dibaca karena buku untuk mengetahui Alkitab Perjanjian Baru diperlukan pengetahuan mengenai latar belakang, dan pergumulan iman serta persoalan teologis jemaat. Jadi dengan membaca buku ini dapat memudahkan kita untuk dalam menafsir Alkitab Perjanjian Baru. Dan buku ini lebih cocoknya kepada pemaca kaum Awam. DAFTAR PUSTAKA Alkitab matius 2819-20 Argumen-argumen diatas berasal dari Thomas R. Schreiner, Interprting the Paulan Epistles Grand Rapids, Michigan Baker,2000, 23-25 Baru sejarah pengantar, dan Pokok-pokok Teologis
Perbedaanpendapat antara golongan tua dengan golongan muda mengenai waktu proklamasi merupakan penyebab terjadinya”Peristwa Rengasdengklok”. Peristiwa ini terjadi tanggal 16 Agustus 1945, para pemuda membawa Ir. Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok. Tujuannya untuk mengamankan Soekarno dan Hatta agar tidak
A Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang secara geografis terletak pada posisi strategis, yakni di Singapura tersebut baru dapat dilaksanakan setelah Singapura dan dalam perjanjian internasional. 9 BAB II KAJIAN TEORETIS DAN PRAKTIK EMPIRIS A. Kajian Teoretis 1. Wilayah dan Kedaulatan Negara
LatarBelakang Kebudayaan Sosial Ekonomi Politik Pada Zaman Perjanjian Baru April 18, 2021 by Gerakan reformasi lahir sebagai jawaban atas krisis yang melanda berbagai segi kehidupan. 92 mengatakan bahwa perubahan-perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-. Perkembangan Kehidupan Politik Ekonomi Pada Masa Demokrasi Terpimpin Jurnal Online
A Latar Belakang Masalah Selama kurang lebih 32 tahun, kita baru menyadari bahwa pembangunan bidang ekonomi lebih diutamankan namun dengan mengabaikan pembangunan hukumnya. Akibatnya, dalam pembangunan bidang ekonomi tersebut muncullah hak dan kewajiban dalam perjanjian. Perseroan Terbatas sebagai debitur
A Latar Belakang Partai politik dalam era demokrasi modern, saat ini dipandang sebagai salah satu pilar dalam mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat adil dan Kesepakatan yang dihasilkan dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar adalah bentuk negara Indonesia adalah bentuk negara serikat dengan UUD RIS dijadikan sebagai konstitusi.
ApakahAnda mencari Latar Belakang Tertekan png psd atau vektor? Pikbest telah menemukan 64582 gambar Latar Belakang Tertekan luar biasa gratis. Lebih banyak gambar tentang Latar Belakang Tertekan Unduh gratis untuk penggunaan komersial,Silakan kunjungi PIKBEST.COM 71C4hr4.
  • 2npb6beaih.pages.dev/185
  • 2npb6beaih.pages.dev/434
  • 2npb6beaih.pages.dev/54
  • 2npb6beaih.pages.dev/288
  • 2npb6beaih.pages.dev/337
  • 2npb6beaih.pages.dev/243
  • 2npb6beaih.pages.dev/154
  • 2npb6beaih.pages.dev/448
  • latar belakang politik dalam perjanjian baru