Salah satu tujuan pokok penulisan makalah adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang ditulis dengan dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis memang perlu diketahui dan diperhatikan. Makalah yang merupakan salah satu jenis karangan ilmiah memiliki ciri atau karakter seperti berikut. Secara umum, ciri-ciri makalah terletak pada sifat keilmiahannya. Artinya sebagai karangan ilmiah, makalah memiliki sifat objektif, tidak memihak, berdasarkan fakta, sistematis. dan logis. Berdasarkan kriteria ini, balk tidaknya suatu makalah dapat diamati signifikansi masalah atau topik yang dibahas, kejelasan tujuan pembahasan. kelogisan pembahasan, dan kejelasan organisasi pembahasannya. Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah dapat dibedakan menjadi tiga macam makalah deduktif, makalah induktif, dan makalah campuran. Makalah deduktif merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis pustaka yang relevan dengan masalah yang dibahas. Makalah induktif merupakan makalah yang disusun berdasarkan data emperis yang diperoleh dan lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Sedangkan makalah campuran merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis digabungkan dengan data emperis yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam pelaksanaannya, jenis makalah pertama makalah deduktif merupakan makalah yang paling banyak digunakan. Dan segi jumlah halaman, dapat dibedakan makalah panjang dan makalah pendek. Makalah panjang adalah makalah yang jumlah halamannya lebih dan 20 halaman. Bagian ini menyajikan ketentuan tentang penulisan makalah panjang, sedangkan ketentuan tentang makalah pendek sama dengan ketentuan artikel nonpenelitian dengan jumlah halaman maksimal 20 halaman. Isi dan Sistematika Secara garis besar makalah panjang terdiri atas tiga bagian bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Isi ketiga bagian tersebut dipaparkan sebagai berikut. Bagian Awal Halaman Sampul Daftar Isi Daftar Tabel dan Gambar jika ada Bagian Inti Pendahuluan Latar Belakang Penulisan Makalah Masalah atau topik Bahasan Tujuan Penulisan Teks Utama Penutup Bagian Akhir Daftar Rujukan Lampiran jika ada b. Penjelasan Isi Bagian Awal Halaman Sampul Hal-hal yang ada pada sampul adalah judul makalah, keperluan atau maksud ditulisnya makalah, nama penulis makalah, dan tempat serta waktu penulisan makalah. Keperluan atau maksud penulisan makalah dapat berupa, misalnya, untuk memenuhi persyaratan memperoleh…. Tempat dan waktu yang dimaksud dapat berisi nama lembaga universitas, fakultas dan jurusan, nama kota, serta bulan dan tahun. Daftar Isi Daftar isi berfungsi memberikan panduan dan gambaran tentang garis besar isi makalah. Melalui daftar isi, pembaca akan dapat dengan mudah menemukan bagian-bagian yang membangun makalah. Selain itu, melalui daftar isi akan dapat diketahui sistematika penulisan makalah yang digunakan. Daftar isi dipandang perlu jika panjang makalah lebih dari 20 halaman. Penulisan daftar isi dilakukan dengan ketentuan judul bagian makalah ditulis dengan huruf kecil kecuali awal kata selain kata tugas ditulis dengan huruf kapital, penulisan judul bagian dan judul subbagian dilengkapi dengan nomor halaman tempat pemutannya, dalam makalah. Penulisan daftar isi dilakukan dengan menggunakan spasi tunggal dengan jarak antar bagian 2 spasi. Bagian Inti Bagian inti terdiri atas tiga unsur pokok, yaitu pendahuluan, teks utama pembahasan topik-topik, dan penutup. Ada tiga macam cara penulisan yang dapat digunakan dalam menulis makalah. Ketiga sistematika yang dimaksud adalah sebagai berikut. 1Penulisan dengan menggunakan angka Romawi dan atau Arab. 2Penulisan dengan menggunakan makna yang dikombinasikan dengan abjad. 3Penulisan tanpa menggunakan angka atau abjad. Pendahuluan Bagian pendahuluan berisi penjelasan tentang latar belakang penulisan makalah atau topik bahasan beserta batasannya, dan tujuan penulisan makalah. Penulisan bagian pendahuluan dapat dilakukan dengan dua cara berikut. 1 Setiap unsur dari bagian pendahuluan ditonjolkan dan disajikan sebagai subbagian. Penulisan makalah dilakukan dengan menggunakan angka, maka dapat dijumpai juga subbagian seperti berikut 1. Pendahuluan Latar Belakang Masalah atau topik bahasan Tujuan Penulisan 2 Semua unsur yang terdapat dalam bagian pendahuluan tidak dituliskan sebagai subbagian, sehingga tidak dijumpai subbagian dalam bagian pendahuluan. Untuk menandai pergantian unsur misalnya, untuk membedakan antara paparan yang berisi latar belakang dengan masalah cukup dilakukan dengan pergantian paragraf. Latar Belakang Butir-butir yang senya ada dalam latar belakang masalah penulisan makalah adalah hal-hal yang melandasi perlunya ditulis makalah. Hal-hal yang dimaksud berupa paparan teoretis ataupun paparan yang bersifat praktis, tetapi bukan alasan yang bersifat pribadi. Yang pokok, bagian ini dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang dibahas dalam makalah dan menunjukkan masalah atau topik tersebut mernang perlu dibahas. Penulisan bagian latar belakang dapat dilakukan dengan berbagai cara. di antaranya 1 dimulai dengan sesuatu yang diketahui bersama pengetahuan umum atau teori yang relevan dengan masalah atau topik yang akan ditulis, selanjutnya diikuti dengan paparan yang menunjukkan bahwa tidak selalamnya hal tersebut terjadi; 2 dimulai dengan suatu pertanyaan retoris yang diperkirakan dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang akan dibahas dalarn makalah; 3 dimulai dengan sebuah kutipan dari orang terkenal, ungkapan atau slogan. selanjutnya dihubungkan atau ditunjukkan relevansinya dengan masalah atau topik yang akan dibahas dalam makalah. Setelah bagian latar belakang dipaparkan selanjutnya diutarakan masalah atau topik bahasan beserta batasannya. Masalah atau topik bahasan yang dimaksud adalah apa yang akan dibahas dalam makalah. Masalah atau topik bahasan tidak terbatas pada persoalan yang memerlukan pemecahan, tetapi juga mencakup persoalan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, persoalan yang memerlukan pendeskripsian lebih lanjut, dan persoalan yang memerlukan penegasan lebih lanjut. Masalah dalam penulisan makalah sering disinonimkan dengan topik meskipun kedua istilah ini tidak selalu memiliki pengertian yang sama. Masalah atau topik bahasan sebenarnya merupakan hal yang pertama kali ditetapkan dalam penulisan makalah. Artinya, kegiatan penulisan makalah diawali dengan penentuan masalah atau topik makalah, yang selanjutnya diikuti dengan garis besar isi makalah kerangka makalah, pengumpulan bahan penulisan makalah, dan penulisan draft makalah serta revisi draft makalah. Topik dapat ditentukan orang lain atau ditentukan sendiri. Lazimnya, topik makalah yang telah ditentukan bersifat sangat umurn, sehingga perlu dilakukan spesifikasi atau pembatasan topik. Pembatasan topik makalah seringkaii didasarkan pada kemenarikan dan signifikansinya, serta pertimbangan kemampuan dan kesempatan. Jika topik makalah ditentukan sendiri oleh penulis makalah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. 1 Topik yang dipilih haruslah ada manfaatnya, baik dari segi praktis atau dari segi teoritis, dan layak untuk dibahas. 2 Topik yang dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat penulis. Dipilihnya topik yang menarik akan sangat membantu dalam proses penulisan makalah. Jika seseorang menulis makalah dengan topik yang tidak menarik, maka usaha yang dilakukan biasanya tidak serius 3 Topik yang dipilih haruslahlah dikuasai dalam arti tidak terlalu asing atau terlalu baru bagi penulis. 4 Bahan yang diperlukan sehubungan dengan topik tersebut memungkinkan unruk diperoleh. Setelah topik dipilih, selanjutnya perlu dilakukan spesifikasi topik pembahasan topik agar tidak terlalu luas. Jika topik yang diangkat terlalu luas, maka pembahasan topik tidak dapat dilakukan secara mendalam dan tuntas. Pembatasan topik dapat dilakukan dengan cara seperti beruikut. 1 Letakkan topik pada posisi central dan ajukan pertanyaan apakah topik masih dapat dirinci. 2 Daftarkan rincian-rincian topik itu dan pilihlah salah satu rincian topik tersebut untuk diangkat ke dalam makalah. 3 Ajukan pertanyaan apakah rincian topik yang telah dipilih dapat dirinci lagi. Topik sering disamakan dengan judul. Pada dasarnya topik tidak sama dengan judul. Topik merupakan merupakan masalah pokok yang dibicarakan atau dibahas dalam makalah, sedangkan judul merupakan label atau nama dari makalah yang ditulis. Dalam membuat judul makalah beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan. 1 Judul mencerminkan isi makalah atau mencerminkan topik yang diangkat dalam makalah. 2 Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa atau klausa, bukan dalam bentuk kalimat. Itulah sebabnya judul makalah tidak diakhiri dengan tanda titik. 3 Judul makalah hendaknya singkat dan jelas. Sebaiknya, judul makalah berkisarantara 5 sampai 15 kata. 4 Judul hendaknya menarik perhatian pembaca untuk mengetahui isinya. Namun judul makalah tetap mencerminkan isi makalah. Tujuan Penulisan Makalah Perumusan tujuan penulisan makalah dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu, tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai dengan penulisan makalah tersebut. Perumusan tujuan penulisan makalah memiliki fungsi ganda bagi penulis makalah dan bagi pembaca makalah. Bagi penulis makalah, rumusan tujuan penulisan makalah dapat mengarahkan kegiatan yang dilakukan selanjutnya dalam menulis makalah. khususnya dalam pengumpulan bahan penulisan. Bagi pembaca makalah, perumusan tujuan penulisan makalah memberikan informasi tentang apa yang disampaikan dalam makalah tersebut. Oleh karena itu, rumusan tujuan yang disusun lah dapat memberikan gambaran tentang cara menguraikan atau membahas topik yang telah ditentukan. Dengan demikian rumusan tujuan bisa berfungsi sebagai pembatasan ruang lingkup makalah tersebut. Rumusan tujuan ini dapat berupa kalimat kompleks atau dijabarkan dalam bentuk rinci. Teks Utama Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. Isi bagian teks utama sangat bervariasi, tergantung topik yang dibahas dalam makalah. Jika dalam makalah dibahas tiga topik misalnya, maka ada tiga pembahasan dalam teks utama. Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai inti kegiatan penulisan makalah. Kemampuan seseorang dalam menulis bagian teks utama makalah merupakan cerminan tinggi rendaknya kualitas makalah yang disusun. Penulisan bagian teks utama yang baik adalah yang dapat membahas topik secara mendalam dan tuntas, dengan menggunakan gaya penulisan ringkas, lancar dan langsung pada persoalan, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pengertian mendalam dan tuntas ini tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. Dalam penulisan teks utama hindarilah penggunaan kata-kata tanpa makna dan cara penyampaian yang melingkar-lingkar. Hindarilah kata seperti dan sebagainya, dan lain-lain yang lain itu apa, yang sebesar-besarnya seberapa besarnya. Penulisan bagian teks utama makalah sangat bervariasi, tergantung pada jenis topik yang dibahas. Kegiatan pokok penulisan teks utama adalah membahas topik berserta subtopik sesuai dengan tujuan penulisan makalah. Pembahasan topik beserta subtopiknya dilakukan dengan menata dan merangkai bahan yang telah dikumpulkan. Beberapa teknik perangkaian bahan untuk membahas topik berserta subtopiknya dapat dikemukakan seperti berikut. 1 Mulailah dari ide/hal yang bersifat sederhana/khusus menuju hal yang bersifat kompleks/umum, atau, atau sebaliknya. 2 Gunakan teknik metafor, kiasan, perumpamaan, penganalogian, dan perbandingan. 3 Gunakan teknik diagram dan klasifikasi. 4 Gunakan teknik pembenan contoh Penulisan bagian teks utama makalah dapat dilakukan setelah bahan penulisan makalah berhasil dikumpulkan. Bahan penulisan dapat berupa bahan yang bersifat teoretis yang diperoleh dalam buku teks, laporan penelitian, jurnal, dan prosiding atau dapat juga dipadukan dengan bahan yang bersifat faktualempiris yang terdapat dalam kehidupan nyata. Penutup Bagian penutup berisi kesimpulan atau rangkuman pembahasan dan saransaran jika memang dipandang perlu. Bagian penutup menandakan berakhirnya penulisan makalah. Penulisan bagian penutup makalah dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berikut. 1 Penegasan kembali atau ringkasan dari pembahasan yang telah dilakukan, tanpa diikuti dengan kesimpulan. Hal ini dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk memberikan kesimpulan terhadap masalah yang dibahas, atau dimaksudkan agar pembaca menarik kesimpulan sendiri. 2 Menarik kesimpulan dari apa yang telah dibahas pada teks utama makalah. Selain itu, pada bagian penutup juga dapat disertakan saran atau rekomen-dasi sehubungan dengan masalah yang telah dibahas. Saran relevan dengan apa yang telah dibahas. Selain itu, saran yang dibuat eksplisit, kepada siapa saran ditujukan, dan tindakan atau hal apa yang disarankan. Isi Bagian Akhir Bagian akhir makalah berisi daftar rujukan dan lampiran-lampiran jika ada Daftar Rujukan Bahan pustaka yang dimasukkan di dalam daftar rujukan sudah disebutkan dalam batang tubuh makalah. Daftar rujukan lengkap, mencakup semua bahan pustaka yang telah disebutkan di dalam batang tubuh makalah. Lampiran Bagian lampiran berisi hal-hal yang bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah. Hal-hal yang dimaksud dapat berupa data baik yang berupa angka-angka atau yang berupa deskripsi verbal dan yang dipandang sangat penting tetapi tidak dimasukkan dalam batang tubuh makalah. Bagian lampiran juga hendaknya diberi nomor halaman. BAB IV BAHASA DAN TATA TULIS A. Bahasa Skripsi/makalah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penulisan dalam bahasa Indonesia menggunakan ragam ilmiah dengan karakteristik 1 penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan 2 penggunaan istilah baku, 3 penggunaan kata bermakna lugas, 4 konsisten dalam penggunaan kata dan istilah, 5 penggunaan unsur-unsur gramatikal subjek dan Predikat dalam kalimat, 6 penggunaan awalan me- dan ber-, secara eksplisit dan konsisten, 7 penggunaan kata tugas dan, dari, daripada, dll secara tepat, eksplisit dan konsisten, 8 paragraf memuat ide pokok secara utuh, 9 memiliki kepaduan makna dan struktur antarkalimat dan antar paragraf, serta 10 menghindari penggunaan bentuk pesona kita, saya, kami, dll. B. Tata Tulis 1. Kertas Skripsi/makalah diketik pada kertas berwarna putih, berukuran kuarto 21,5 cm x 28 cm, dengan berat 80 gram. Apabila di dalam naskah memerlukan kertas khusus seperti kertas milimeter untuk grafik, kertas kalkir untuk bagan atau peta dan sejenisnya, dapat digunakan kertas di luar ukuran yang ditentukan, yang dilipat sesuai dengan ukuran kertas naskah. 2. Pengetikan a. Menggunakan spasi ganda b. Tanda baca melekat pada kata depannya contoh oksigen, nitrogen, dan karbon. c. Jarak setelah tanda baca 1 Setelah tanda baca titik ., koma,, titik koma ;, titik dua satu ketukan, dengan kata terakhir didepannya. 2 Kurung buka dan kurung tutup … ditulis tanpa ketukan/jarak dengan kata/angka di dalamnya. 3 Garis miring / ditulis tanpa ketukan/jarak terhadap kata sebelum dan sesudahnya. d. Judul tabel dan gambar yang terdiri atas dua baris atau lebih, ditulis dengan jarak satu spasi. Penulisan judul menggunakan huruf biasa, dengan huruf capital setiap awal kata, kecuali kata tugas. e. Daftar pustaka 1 Jarak antarbaris dalam satu pustaka adalah satu spasi. 2 Jarak antarpustaka adalah dua spasi. 3. Batas Tepi Ketikan Batas tepi pengetikan ditentukan sebagai berikut. Tepi atas 4 cm Tepi bawah 3 cm Tepi kiri 4 cm Tepi kanan 3 cm 4. Pengetikan Alinea Baru Pengetikan batas alinea baru dimulai pada huruf keenam 10 mm dari batas kiri alinea. 5. Pengetikan Bab, Subbab, dan Anak Subbab a. Nomor bab dan judul bab diketik di tengah-tengah batas kanan dan kiri center. Nomor bab ditulis dengan angka romawi, judul bab ditulis dengan huruf kapital, serta ditebalkan bold. b. Pengetikan judul subbab dan nomor subbab dimulai dari tepi kiri. Huruf awal setiap kata dalam subbab ditulis dengan huruf kapital kecuali kata tugas dan, di, ke, dari, untuk, yang yang tidak ada pada awal judul. Penomoran subbab menggunakan huruf kapital A, B, C, dst., judul subbab ditebalkan bold. c. Pengetikan anak subbab dimulai dari tepi kiri. Huruf awal setiap kata dalam anak subbab ditulis dengan huruf kapital kecuali kata tugas dan, di, ke, dari, untuk, yang yang tidak ada pada awal judul. Penomoran subbab menggunakan angka arab 1, 2, 3, dst. 6. Huruf Huruf yang digunakan adalah Times New Roman font, 12 a. Penomoran 1 Penomoran Halaman Nomor halaman diletakkan d bagian atas kanan, dua spasi di atas baris pertama naskah. Nomor halaman ditulis dengan angka arab, dimulai dari bab pendahuluan sampai lampiran. Halaman-halaman sebelumnya halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dll menggunakan angka romawi kecil. 2 Penomoran Rumus-rumus Matematik Jika di dalam laporan penelitian terdapat beberapa rumus atau persamaan matematik, penomorannya menggunakan angka arab yang ditempatkan di tepi kanan, diantara dua tanda kurung. 3 Hierarki Penggunaan Nomor dan Huruf Urutannya I. PENDAHULUAN di tengah-tengah A. Aaaaa mulai dari kiri halaman 1. Bbbbb a. Ccccc 1 Ddddd a Eeeee 1 Fffff a Ggggg b. Huruf Miring dan Huruf Kapital Penggunaan huruf miring dan huruf kapital dalam bagian isi skripsi/makalah mengikuti aturan yang ditetapkan dalam Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan huruf miring dalam naskah skripsi/makalah untuk menuliskan kata atau kalimat dalam bahasa asing. Penggunaan huruf miring dan huruf kapital dalam penulisan daftar pustaka mengikuti aturan penulisan daftar pustaka dalam buku ini. c. Penyajian Tabel dan Gambar 1 Tabel a Tulisan “Tabel”, nomor tabel, dan judul tabel dicantumkan diatas tabel, ditengah-tengah tepi kanan dan kiri. b Judul tabel ditulis di bawah nomor tabel dengan jarak satu spasi. c Nomor tabel di dalam teks menggunakan angka arab, berurutan, dari bab pertama sampai bab terakhir. d Nomor tabel dalam lampiran menggunakan angka arab dimulai dengan nomor 1. e Setiap tabel disajikan tidak lebih dari satu halaman tidak terpotong. Tabel yang melebihi satu halaman diletakkan di lampiran. 2 Gambar Gambar meliputi foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, dan objek lain yang sejenis. Penyajiannya mengikuti ketentuan sebagai berikut. a Tulisan “Gambar’, nomor gambar, dan judul gambar diletakkan di bawah gambar, ditengah diantara tepi kiri dan kanan. b Judul gambar ditulis di bawah nomor gambar dengan jarak satu spasi. c Nomor gambar di dalam teks menggunakan angka arab, berurutan, dari bab pertama sampai bab terakhir d Nomor gambar dalam lampiran menggunakan angka arab dimulai dengan nomor 1. d. Kutipan 1 Cara Menulis Kutipan Lansung Kutipan langsung ditulis sama persis dengan yang tertulis di dalam sumber aslinya, baik mengenai bahasa maupun ejaan. Kutipan yang terdiri atas empat baris atau lebih diketik satu spasi, dimulai pada ketukan keenam dan tepi kiri dan tepi kanan, tanpa tanda petik ". Contoh Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sohilait 2012 2 menyatakan bahwa Sintesis metileugenil format dari metileugenol pada suhu 105 oC selama 19 jam dan pemurnian dilakukan dengan destilasi pengurangan tekanan pada tekanan 20 mmHg/147 oC diperoleh metileugenil format 62,69%. Kutipan yang panjangnya kurang dan empat baris dimasukkan ke dalam teks, diketik seperti ketikan teks, diawali dan diakhiri dengan tanda petik ". Contoh 1 Suhendro 1990121 menyimpulkan "ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar" Contoh 2 Kesimpulan dan penelitian tersebut adalah "ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar" Suhendro, 1990 121 Apabila dipandang perlu, beberapa kata sebelum bagian yang dikutip dapat dihilangkan dan diganti dengan tanda ellipses tiga titik berderet. Sumber kutipan langsung ditulis dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, nomor halaman. Nama penulis asing ditulis nama keluarga Bailey, 2006 12, dan untuk nama Indonesia disesuaikan dengan nama aslinya Sutrisno Hadi, 2005 113, kecuali yang menggunakan nama marga, penulisannya sama dengan nama penulis asing Dulanlebit, 2012 34 2 Cara Menulis Kutipan tidak Langsung Kutipan tidak langsung merupakan intisari dari tulisan yang disajikan dalam bahasa penulis. Kutipan tersebut ditulis dengan spasi rangkap sama seperti teksnya. Sumber kutipan tidak langsung ditulis sebagaimana kutipan langsung. e. Penulisan Nama Pengarang Sumber Acuan 1 Penulisan Nama Penulis dalam Bagian Inti Skripsi/Makalah Pada prinsipnya, untuk pengarang yang namanya terdiri atas lebih dari satu kata bagian, yang mengandung nama marga atau nama keluarga, penulisan namanya dalam bagian inti skripsi/makalah dilakukan dengan hanya menuliskan nama marganya saja. a Nama pengarang asing bukan orang Indonesia dan bukan orang ber-"nama Cina", pada umumnya bagian terakhir dari namanya merupakan nama marga. Penulisan namanya di dalam bagian inti skripsi/makalah hanya nama terakhirnya saja. b "Nama Cina" biasanya dimulai
- Ηа ጲβяпеф
- Од σо
- Аժум шաթанε мижиዠ տ
- Υ ևሻιծ иչигիци ምфиγեб
Kutipanteks tersebut merupakan bagian struktur teks tanggapan, yaitu . kalian yang mendapatkan masalah pertanyaan tentang Kutipan Teks Tersebut Merupakan Bagian , sebaiknya adik-adik bisa mencatatnya ataupun bisa bookmark halaman yang tersedia, agar nanti jikalau ada persoalan tentang yang serupa, kamu bisa menjawabnya dengan baik dan tentu
Kutipanmerupakan salah satu hal yang sangat esensi dalam penulisan karya ilmiah.Dalam penulisan kutipan ada aturan main yang harus diikuti oleh setiap penulis karya ilmiah tanpa kecuali.Dengan menggunakan kutipan, seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut.Di
PENULISAN KUTIPAN kutipan adalah semua kalimat dan atau paragraf yang bukan berasal dari ide/tulisan Anda. Biasanya seorang penulis atau pengarang mengambil tulisan orang lain untuk menjadi bagian dalam tulisannya. Berdasarkan cara mengutipnya, kutipan dibedakan menjadi 2 jenis Universitas Kristen Petra, 2008 yaitu 1. Kutipan tidak langsung yaitu penulis mengambil ide orang lain, kemudian merangkainya dengan kalimat sendiri. Hal ini berarti penulis tidak menulis sama persis dengan kalimat asli yang dikutip. Penulis merangkai dan merangkum kalimat berdasarkan artikel atau sumber lain. 2. Kutipan langsung yaitu menulis ulang ide orang lain sesuai dengan aslinya. Hal ini berarti penulis langsung menggunakan teknik copy lalu paste tanpa mengubah kalimat dua jenis kutipan langsung, yaitu kutipan langsung panjang dan kutipan langsung pendek. Kedua kutipan ini berbeda cara menuliskan dan syaratnya. a. Kutipan langsung pendek Syarat i. APA StyleAmerican Psychological Association Jika panjang kalimat yang dikutip tidak lebih dari 40 kata. ii. ii. MLA Style Modern Language Asociation Jika panjang kalimat yang dikutip tidak lebih dari 4 baris Cara menuliskan Kutipan langsung pendek dituliskan menjadi satu dalam paragraf karya tulis Anda, tambahkan tanda petik pada kutipan sehingga tanda petik ini menjadi pemisah antara kalimat Anda dengan kalimat kutipan. Sumber kutipan ditulis sedekat mungkin dengan kalimat kutipan. Dapat digambarkan sebagai berikutb. Kutipan langsung panjang Jenis kutipan ini dikenal juga dengan istilah block quote. Syarat i. APA StyleAmerican Psychological Association Jika panjang kalimat yang dikutip lebih dari 40 kata. ii. MLA Style Modern Language Asociation Jika panjang kalimat yang dikutip lebih dari 4 baris Cara menuliskan Di setiap karya tulis ilmiah pasti ada bagian yang diambil dari ide, argumen, analisa, dan atau hasil penelitian orang lain. Bagian inilah yang dinamakan kutipan. Peran
qfdl7oo.